docterchef

docterchef

Minggu, 25 Desember 2011

laporan field observation

Hasil Pengamatan
1.      Situsi disekitar klinik
a.       Kehigienisan
Keadaan lingkungan puskesmas Mamboro pada saat kami melakukan pengamatan awal cukup bersih, diperlihatkan dari keadaan lantai,langit-langit ,gorden pada setiap ruangan yang bersih, tanpa ada debu tebal atau kotoran yang apat mengganggu kenyamanan pasien selain itu tempat tidur pasien juga bersih dan tertata rapi pada setiap ruangan pemeriksaan pasien. Namun, apa saat kami melakukan pengamatan cuaca pada saat itu kurang baik, yaitu sedang hujan. Sehingga, kondisi lantai puskesmas menjadi sedikit becek dan terdapat genangan air pada beberapa sudut puskesmas. Namun, pihak puskesmas kurang memperhatikan kondisi ini.
b.      Fasilitas pada ruangan pemeriksaan
Pada ruangan pemeriksaan pasien, alat-alat yang tersedia sangat memadai dan dalam kondisi baik. Tempat tidur bersih dan tertata rapi, dokter juga menggunakan stethoscope dan sphygmomanometer yang berkualitas baik sehingga memudahkan dalam pemeriksaan pasien. Kondisi meja dan kursi yang tersedia dalam ruangan pemeriksaan juga baik dan bersih sehingga pemeriksaan dapat berjalan dengan baik
c.       Fasilitas yang tersedia diluar ruangan
Fasilitas yang tersedia diluar ruangan pemeriksaan cukup memadai dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Jumlah kursi yang tersedia pada tempat tunggu  sangat memadai sehingga setiap pasien yang dating dapat menunggu gilirannya dapat duduk dengan nyaman pada kursi-kursi yang telah disediakan, disebelah ruangan pemeriksaan terdapat apotik sehingga memudahkan pasien yang telah selesai diperiksa oleh dokter untuk mengambil obat yang telah di resepkan. Namun, dipuskesmas ini mading informasi diletakan pada posisi yang kurang strategis. Sehingga menyulitkan pasien yang dating untuk memperoleh informasi penyakit atau info-info kesehatan terbaru.
d.      Fasilitas penunjang/tambahan lainnya
Untuk fasilitas penunjang/tambahan pada puskesmas ini cukup lengkap dan berada pada kondisi yang baik. Puskesmas ini memiliki laboraturium dengan beberapa mikroskop dan alat-alat lainnya. Tempat parkir puskesmas cukup luas namun kendaraan di tempat parkir tidak tersusun dengan baik. Akses menujuh puskesmas juga baik, puskesmas ini dapat dengan mudah dijangkau masyarakat karena akses jalan yang baik, terdapat papan nama yang besar pada jalan besar yang menunjukkan letak puskesmas, sehingga masyarakat dapat mengetahui walaupun posisi puskesmas berada di dalam lorong. Supply air bersih pada puskesmas juga baik, sehingga kebersihan lingkungan dapat terus dijaga.
2.      Pelayanan kesehatan pada puskesmas.
a.       Jumlah tenaga kesehatan yang berkerja
-Jumlah dokter umum 2 orang
-Jumlah dokter gigi 1 orang
-Jumlah Bidan 14 orang
-Jumlah perawat 13 orang
-Jumlah tenaga kesling 4 orang
-Jumlah tenaga lulusan SMA 3 orang
-Jumlah pengabdi 8 orang
b.      Jumlah pasien per hari
Jumlah pasien yang dating setiap harinya berkisar 20-40 orang.
c.       Sepuluh daftar penyakit paling banyak di derita pasien

d.      Lama waktu rata-rata pasien menunggu giliran pemeriksaan.
Lamanya waktu tunggu rata-rata pasien ialah 10 menit.
3.      Bagaimana pelayanan dokter.
a.       Kemampuan komunikasi dokter dan pelayanan terhadap pasien.
Dokter puskesmas dalam melakukan komunikasi dengan pasien sudah baik, dokter sangat ramah dan dapat membangun hubungan komunikasi yang efektif. Dokter dalam melakukan tindakan medis, terlebih dahulu meminta izin dan melakukan informed consent secara tersirat, menggunakan bahasa yang mudah dipahami namun tetap ramah dan tujuannya meminta persetujuan terhadap pasien. imformed consent dokter puskesmas kurang begitu baik, karena tidak terlebih dahulu memjelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b.      Kemampuan klinikal
Dokter memiliki kemampuan klinikal yang baik, mampu melakukan anamnesis penyakit dengan baik serta cukup baik dalam memberi edukasi dan bimbingan terhadap pasien dalam hal meminum obat secara teratur. Dalam melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mampu melakukan dengan baik.
c.       Team work
Dalam melakukan tugasnya, dokter dibantu seorang perawat. Dokter memperlakukan perawat dengan baik dan memberikan bimbingan kepada perawat dalam melakukan tugasnya. Sehingga terjadi kolaborasi yang baik antara perawat dan dokter. Dokter juga berkolaborasi dengan petugas apotik dengan sangat baik, dokter memberikan resep yang dapat dimengerti oleh petugas apotik sehingga terhindar dari kesalahan dalam pembacaan resep.
d.      Komunikasi non-verbal dokter
Dalam melakukan tugasnya, dokter mampu melakukan bahasa non-verbal dengan cukup baik. Dokter sangat ramah dan memberikan empati terhadap penyakit pasien dengan cukup baik.
4.      Kepuasan pasien pada pelayanan yang diberikan
a.       Pendapat pasien terhadap klinik/pelayanan kesehatan yang diberikan
Dari sepuluh pasien yang kami wawancara, semua mengatakan bahwa mereka puas dengan pelayanan yang diberikan petugas kesehatan di puskesmas mamboro. Semua petugas sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga pasien merasa nyaman dan senang berobat ke puskesmas. Akses asuransi di puskesmas ini juga dilayani dengan baik oleh petugas puskesmas. Sehingga tidak menyulitkan pasien dengan asuransi untuk berobat.
b.      Complain pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan
Dari wawncara yang kami lakukan tidak ada keluhan dari pasien terhadap pelayanan yang diberikan petugas puskesmas. Semuanya senang dengan pelayanan yang berikan petugas puskesmas. Namun, ada beberapa pasien menyarankan untuk memindahkan papan mading informasi kedepan agar memudahkan pasien yang datang untuk mendapatkan informasi kesehatan terbaru.




























Analisis Masalah


1.      Situsi disekitar klinik
a.       Kehigienisan
Kondisi lingkungan sekitar dan di dalam puskesmas sudah cukup baik, tidak ada sampah yang berserakan di sekitar lingkungan puskesmas. Tempat-tempat sampah juga telah di sediakan oleh pihak petugas puskesmas pada beberapa sudut puskesmas sehingga memungkinkan pengunjung yang datang untuk membuang sampah pada tempatnya. Saat kami datang, saat itu puskesmas belum buka sehingga kondisi puskesmas masih sangat sepi, namun kami memperhatikan kondisi kebersihan puskesmas sudah sangat bersih baik di dalam maupun diluar rungan puskesmas. Kebersihan puskesmas ini sudah cukup baik, karena tidak lagi mengandalkan petugas di ruangan masing-masing. Namun sudah tersedia cleaning services yang bertugas membersihkan lingkungan puskesmas sebelum puskesmas  buka pada pukul 8 pagi. Namun, kualitas kebersihan lingkungan puskesmas perlu di ttingkatkan lagi. Terutama saat turun hujan, air yang tergenang di lantai harus segera di bersihkan demi kenyamanan dari pengunjung puskesmas walaupun puskesmas ini buka hingga pukul 13.00, namun kualitas kebersihan puskesmas harus terus dijaga.

b.      Fasilitas pada ruangan pemeriksaan
Kondisi didalam ruangan pemeriksaan pasien sudah cukup baik, meja dan kursi tertata rapi dan dalam keadaan bersih, alat-alat yang tersedia juga sangat memadai untuk puskesmas sebagai pemberi pelayanan tingkat primer. Pada ruangan pemeriksaan poliumum, dokter juga menggunakan stethoscope dan sphygmomanometer yang berkualitas baik sehingga memudahkan dalam pemeriksaan pasien, begitu juga dengan ruangan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, alat-alat yang tersedia cukup memadai untuk memberikan pelayanan bagi pasien yang dating. Namun, kami mengamati pada ruangan poligigi ada 1 alat pemeriksaan yang berada dalam kondisi kurang baik(rusak), sehingga tidak dapat digunakan dengan optimal. Keterbatasan dana puskesmas menjadi alasan belum diperbaikinya alat tersebut. Ini yang semestinnya menjadi perhatian, bukan hanya bagi pihak puskesmas namun juga bagi dinas kesehatan kota Palu. Dengan rusaknya alat di poligigi ini membuat dokter gigi di puskesmas ini, tidak dapat melakukan beberapa tindakan medis pada pasien yang dating, dan mesti melakukan rujukan bagi pasien tersebut. Seharusnya, puskesmas yang merupakan pemberi pelayanan tingkat primer mesti mendapatkan anggaran dana yang cukup agar pelayanan yang diberikan puskesmas dapat terjaga dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pasien. saat kami menanyakan tentang hal rusaknya alat di poligigi, pihak puskesmas menjelaskan bahwa dinas kesehatan telah memberikan anggaran data perawatan alat. Namun, dana tersebut tidak cukup jika harus memperbaiki alat tersebut, mengingat biaya perbaikan alat tersebut cukup mahal. Sehingga pihak puskesmas mesti mengumpulkan daan terlebih dahulu. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian bagi dinas kesehatan dan pemerintah kota Palu, demi tercapainya kota Palu yang sehat dan pelayanan kesehatan yang memuaskan pasien.
c.       Fasilitas yang tersedia diluar ruangan
Untuk fasilitas diluar ruangan puskesmas cukup memadai karena dan dapat memenuhi kebutuhan pasien yang datang. Jumlah kursi yang tersedia pada tempat tunggu sangat memadai dengan jumlah pengunjung puskesmas yang datang, sehingga tidak ada pengunjung yang menunggu dengan berdiri, semua tertata rapi dan bersih sehingga member kenyamanan bagi pasien yang menunggu gilirannya. Selain itu, apotik juga tersedia di puskesmas ini terletak disebelah ruang pemeriksaan poliumum. Sehingga memudahkan pasien untuk mengantarkan resep dan mengambil obat yang telah di resepkan. Namun, fasilitas yang perlu diperhatikan oleh pihak puskesmas adalah letak mading informasi yang kurang strategis, terletak dibelakang. Sehingga pengunjung kesulitan mengakses informasi baru. Sebagai pusat kesehatan masyarakat, puskesmas juga berfungsi dalam upaya promosi dan preventif sehingga mading informasi sangat penting. Sehingga letak posisi mading harus mudah ditemukan dan terlihat dengan jelas oleh pengunjung yang datang, agar tidak menyulitkan pengunjung yang datang untuk memperoleh informasi kesehatan atau penyakit terbaru.
d.      Fasilitas penunjang/tambahan lainnya
Untuk fasilitas penunjang atau tambahan pada puskesmas ini sudah cukup memadai dan lengkap. Puskesmas ini memiliki beberapa fasilitas penunjang/tambahan yang berada paa kondisi baik. Meliputi, temapat parkir kendaraan yang cukup luas, namun kendaraan di temapat parkir kurang tersusun dengan baik sehingga di perlukan seorang petugas khusus untuk mengatur kendaraan pengunjung . akses menujuh puskesmas juga sangat baik, namun jalanan menujuh puskesmas memang perlu diperbaiki agar lebih memudahkan dan menlancarkan pengunjung yang datang ke puskesmas. Akses jalan yang cukup baik, ditambah tersedianya  papan nama besar yang pada jalan besar yang menunjukan letak puskesmas, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengetahui letak puskesmas walaupun puskesmas berada di dalam lorong. Supply air bersih di puskesmas ini cukup baik, dengan kualitas air bersih yang baik juga sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan pengunjung puskesmas. Sehingga kualitas pelayanan dapat terjaga dengan baik.
2.      Pelayanan kesehatan pada puskesmas.
a.       Jumlah tenaga kesehatan yang berkerja
-Jumlah dokter umum 2 orang
-Jumlah dokter gigi 1 orang
-Jumlah Bidan 14 orang
-Jumlah perawat 13 orang
-Jumlah tenaga kesling 4 orang
-Jumlah tenaga lulusan SMA 3 orang
-Jumlah pengabdi 8 orang
Jumlah sumber daya kesehatan pada puskesmas ini sudah sangat cukup, mengingat jumlah pengunjung yang datang setiap harinya. Namun, peran salah satu dokter umum pada puskesmas ini perlu digantikan sementara, karena salah satu dokter puskesmas sedang cuti melahirkan. Sehingga, perlu adanya dokter pengganti untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang, sehingga kulaitas pelayanan tetap terjaga dengan baik.
b.      Jumlah pasien per hari
Jumlah pasien yang dating setiap harinya berkisar 20-40 orang.
c.       Sepuluh daftar penyakit paling banyak di derita pasien

d.      Lama waktu rata-rata pasien menunggu giliran pemeriksaan.
Lamanya waktu tunggu rata-rata pasien ialah 10 menit, lama waktu tunggu ini sebanding dengan pasien yang datang, dan kurang efektif dalam hal waktu pemeriksaan pasien. sebaiknya, tenaga kesehatan terutama dokter umum dapat ditambah pada puskesmas ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. sehingga, waktu tunggu ini dapat berkurang dan pasien dapat terlayani dengan baik. Karena pada saat kami mengunjungi puskesmas, salah satu dokter umum ada yang cuti melahirkan. Sehingga, seharusnya tugas dari dokter ini harus di gantikan oleh dokter yang lain.
3.      Bagaimana pelayanan dokter.
a.       Kemampuan komunikasi dokter dan pelayanan terhadap pasien.
Dalam melakukan komunikasi terhadap pasien, dokter puskesmas telah melakukan dengan cukup baik. Dokter sangat ramah dan dapat membangun hubungan komunikasi yang baik terhadap pasiennya. Dalam memberikan pelayanan medis, dokter juga telah melakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh puskesmas. Namun ada beberapa tindakan yang tidak dilakukan oleh dokter puskesmas sesuai prosedur tetap, namun tindakan ini disesuaikan sesuai kenyamanan dokter dan pasien, tindakan ini seperti memakai masker saat melakukan pemeriksaan gigi. Tindakan ini tidak terkadang tidak dilakukan, karena kebanyakan pasien merasa kurang nyaman dengan dokter yang memakai masker. Namun dokter tetap memperhatikan keselamatan diri selama melakuan tindakan medis, seperti menggunakan handscun saat melakukan tindakan medis berupa pencabutan gigi pasien pada poligigi.
Dalam melakukan informed consent terhadap pasien, dokter kurang begitu baik. Karena dokter puskesmas terkadang kurang memjelaskan prosedur tindakan medis yang akan dilakukan. Walaupun sebelumnya dokter telah minta izin dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Namun, dokter seharusnya juga memberikan penjelasan tentang tindakan medis yang akan dilakukan. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa syarat sah informe consent yang sah adalah ketika seorang dokter menjelaskan terlebih dahulu prosedur tindakan medis yang akan dilakukan.
b.      Kemampuan klinikal
Dokter puskesmas dalam melakukan pelayanan medis, telah mampu melakukan tindakan klinik dengan sangat baik. Dokter mampu melakukan anamnesis dengan baik, dokter menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan kondisi pasien. dokter puskesmas juga mampu membangun hubungan komunikasi dokter dengan baik. Sehingga pasien dengan nyaman dapat menyampaikan semua keluhannya pada dokter. Namun, waktu yang sangat singkat dalam melakukan anamnesis merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena anamnesis memberikan andil besar dalam menegakkan suatu diagnosis dokter. Anamnesis merupakan suatu proses penggalian riwayat penyakit pasien oleh dokter dan merupakan bagian dari komunikasi dokter-pasien. komunikasi efektif seorang dokter dapat dikatakan berhasil jika dapat memenuhi hal berikut :
·      Pasien merasa dokter menjelaskan keadaannya sesuai tujuannya berobat.Berdasarkan pengetahuannya tentang kondisi kesehatannya, pasien pun mengerti anjuran dokter misalnya perlu mengatur diet, minum atau menggunakan obat secara teratur, melakukan pemeriksaan (laboratorium,foto/rontgen, scan) dan memeriksakan diri sesuai jadwal, memperhatikan kegiatan (menghindari kerja berat, istirahat cukup, dan sebagainya).
·      Pasien memahami dampak yang menjadi konsekuensi dari penyakit yang dideritanya (membatasi diri, biaya pengobatan), sesuai penjelasan dokter.
·      Pasien merasa dokter mendengarkan keluhannya dan mau memahami keterbatasan kemampuannya lalu bersama mencari alternatif sesuai kondisi dan situasinya, dengan segala konsekuensinya.
·      Pasien mau bekerja sama dengan dokter dalam menjalankan semua upaya pengobatan/perawatan kesehatannya.
Berdasarkan pengamatan kami selama di puskesmas, dokter telah melakukan hal-hal diatas dengan baik. Dokter mampu memberikan edukasi dan bimbingan terhadap pasien mengenai pengaturan minum obat dengan teratur. Selain itu, dokter  dalam melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga mampu melakukan dengan baik. Sehingga membuat diagnosis penyakit pasien dengan baik.
c.       Team work
Dalam melakukan pelayanan medis, dokter telah melakukan kolaborasi yang bai terhadap perawat, apoteker, dan paramedis lainnya yang bekerja di puskesmas. Dokter mengahargai pperan perawat dan paramedic lain dalam memberikan pelayanan terhadap pasien, sehingga dapat berkerjasama dalam melakukan pelayanan dan tindakkan medis yang diberikan kepada pasien. dokter juga membimbing perawat yang berada pada ruang pemeriksaan untuk membantu kelancaran proses pemeriksaan pasien. Dokter juga berkolaborasi dengan petugas apotik dengan sangat baik, dokter memberikan resep yang dapat dimengerti oleh petugas apotik sehingga terhindar dari kesalahan dalam pembacaan resep. Dokter juga mampu memberikan edukasi pemakaian obat secara teratur pada pasien yang dibantu oleh apoteker sehingga pasien dapat memahani dengan baik. Dalam berkolaborasi, dokter cukup mampu memenuhi elemen penting untuk mencapai kolaborasi yang efektif meliputi kerjasama, asertifitas, tanggung jawab, komunikasi, otonomi dan kordinasi.
d.      Komunikasi non-verbal dokter
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, dokter mampu melakukan komunikasi non-verbal dengan cukup baik. Dokter mampu membangun hubungan komunikasi dengan baik terhadap  pasien, bersikap ramah dan memberikan rasa empati terhadap penyakit pasien. komunikasi non-verbal ini mencakup ekspresi wajah, kontak mata, gerak isyarat, dll.
Namun, dari pangamatan yang kami lakukan terkadang dokter kurang baik dalam melakukan kontak mata terhadap pasien, kami mendapati dokter tidak melakukan kontak mata pada pasien pada saat anamnesis pada beberapa pasien. ini perlu menjadi perhatian bagi dokter, karena kontak mata merupakan salah satu bahasa non-verbal yang penting dalam memberikan kenyaman kepada pasien selama dalam pelayanan kesehatan.

5.      Kepuasan pasien pada pelayanan yang diberikan
a.       Pendapat pasien terhadap klinik/pelayanan kesehatan yang diberikan
Dari sepuluh pasien yang kami lakukan wawancara, kebanyakan mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yangn diberikan petugas puskesmas sangat memuaskan. Semua petugas melakukan tugasnya dengan baik, ramah terhadap pasien yang datang, dan member pelayanan yang baik sehingga membuat pasien yang datang nyaman dan senang datang berobat ke puskesmas. Selain itu, kemudahan akses dalam mengurus asuransi kesehatan juga merupakan salah satu faktor yang membuat, banyak pasien yang datang merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan puskesmas. Akses asuransi di puskesmas ini juga dilayani dengan baik oleh petugas puskesmas. Sehingga tidak menyulitkan pasien dengan asuransi untuk berobat. Puskesmas ini juga menbebaskan semua biaya pengobatan bagi pasien yang kurang mampu, sehingga pasien yang kurang mampu dapat menerima pelayanan kesehatan dari puskesmas ini dengan gratis(tanpa bayar).
kepuasaan pasien adalah perasaan senang atau kecewa yang dialami setelah membandingkan antara kenyataan yang diterima/dirasakan selama berada di puskesmas dengan harapan pasien. Seperti yang kita ketahui bahwa tingkat kepuasan dari pasien, dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:
1.      Umur
Pasien yang datang kepuskesmas ini terdiri dari beragam umur, namun kami mendapatkan pasien yang telah berumur lanjut cenderung tidak banyak menuntut dan merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan petugas puskesmas.
2.      Jenis kelamin
Dari hasil wawancara kami, perempuan cenderung lebih mudah merasa puas terhadap pelayanan kesehatan dibandingkan laki-laki.
3.      Pendidikkan
Pendidikan seorang pasien memperngaruhi tingkat kepuasan dari pelayanan yang diberikan petugas kesehatan, hal ini benar. Karena, pasien yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenerung lebih banyak menuntut pelayanan kesehatan yang diberikan petugas kesehatan.
4.      Kunjungan
-          Aspek fisik
Aspek fisik mencakup penampilan petugas, fasilitas fisik, peralatan, kelengkapan, kebersihan alat, sarana informasi, kenyamanan ruang, dan penataan ruang tunggu dan ruang periksa yang rapi. Dari hasil wawancara kami, banyak pasien yang telah merasa puas dan nyaman terhadap aspek fisik dari puskesmas, namun yang perlu perhatikan lagi adalah sarana informasi yang belum tertata dengan baik. Sehingga, pasien sulit untuk mengaskses informasi terbaru.
-          Aspek efisiensi
Aspek efisiensi penting dalam pelayanan kesehatan karena sumber daya kesehatan yang terbatas. Namun, sumber daya kesehatan pada puskesmas ini sudah terbilang cukup, mengingat jumlah pengunjung puskesmas yang tidak begitu banyak.
-          Aspek interpersonal
Aspek interpersonal  berhubungan dengan hubungan komunikasi dokter dan pasien selama di puskesmas. Empati (sikap peduli) yang di tunjukkan oleh petugas kesehatan akan menyentuh emosi pasien dan mempengaruhi kepuasan pasien.
 Selama dipuskesmas kami mengamati semua petugas cukup baik dalam membangun hubungan komunikasi dengan pasien sehingga pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
b.      Complain pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan
Dari hasil wawancara kami terhadap beberapa pasien yang datang. Kami mendapatkan bahwa hamper seluruhnya puas dengan pelayanan yang telah diberikan petugas puskesmas ini, hamper tidak ada keluhan, kebanyakan pasien merasa senang dan nyaman berkunjung ke puskesmas ini. Karena, petugas puskesmas memberikan pelayanan yang baik, mampu membangun hubungan komunikasi yang baik kepada pasien yang datang. Namun, ada beberapa pasien menyarankan untuk memindahkan papan mading informasi kedepan agar memudahkan pasien yang datang untuk mendapatkan informasi kesehatan terbaru. Selain itu, kotak saran sebagai media untuk mengetahui complain dari pasien juga perlu diperhatikan letaknya. Karena, kotak saran ini terletak di samping puskesmas sehingga pengunjung yang datang tidak melihat dan mengetahui adanya kotak saran ini.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar